“Kau tahu nak?” Bunda bertanya pada Bima Arun saat berada di kereta. Nampaknya Bunda hanya berdua dengan Bima saat sepulang berkunjung di rumah Paman Doel.

“Apa bun?” Sahut Bima.

“Lihat di sana para petani itu!” Kata Bunda.

“Iya bun, Bima sudah melihatnya.”

“Belajarlah pada mereka Nak” Bunda tersenyum.

Sambil mengerut dahi Bima bertanya “Mengapa Bima harus belajar pada para petani Bun?”

“Iya, para petani mereka menanam tanaman (padi, kedelai, tebu, dsb) tanpa tahu hasil apakah yang akan mereka panen nanti. Jika musim penghujan atau kemarau tidak menentu mereka tetap berusaha merawat tanamannya..  Para petani begitu pasrah dan istiqomah merawat sawahnya..“ Jawab Bunda.

“oh… “ Kata Bima.

“Kata seorang bijak, manusia hanya bisa menanam dan bagi siapa saja yang menanam pasti akan memanen..  ” jawab Bunda.

“Maksudnya bun?” Tanya Bima.

“jika yang ditanam adalah tanaman yang bagus dan terus-menerus dirawat maka akan mendapat hasil panen yang bagus. Begitu dengan juga kebaikan yang ditanam akan berbuah kebaikan dan jika keburukan akan berbuah keburukan.” Terang Bunda

Bima hanya mengangguk mencoba pemahami perkataan bundanya. Bunda tersenyum dan mengira kalau Bima mengingat-ingat perkataannya.

“Segala sesuatu bisa dicapai dengan usaha, belajar, dan berdoa nak, jadi jangan pernah berhenti belajar.” Bunda tersenyum.

“Baik Bunda” Jawab Bima Arun dengan penuh semangat.

Dicuplik dari kisah BIMA dan PETANI dengan sedikit gubahan.

Penulis : Nadya Fadillah

LEAVE A REPLY