Kuadran Kehidupan

Kuadran Kehidupan

0
1234

Hubungan dengan Tuhan dan Sesama Manusia

Sebuah lingkaran dapat dibagi menjadi empat kuadran. Kuadran I (satu), ketika sebuah titik berada di sumbu x (garis horizontal) positif dan sumbu y (garis vertikal) positif. Adapun kuadran II (dua) adalah ketika sebuah titik berada di sumbu x negatif dan sumbu y positif. Jika sebuah titik berada di  sumbu x dan sumbu y negatif, titik tersebut berada di kuadran III (tiga). Dan jika sebuah titik berada di sumbu x positif akan tetapi sumbu y-nya negatif, maka titik tersebut berada di kuadran IV (empat).

Untuk lebih jelasnya, coba gambarlah sebuah lingkaran. Bagi lingkaran tersebut menjadi empat bagian yang sama besarnya. Sehingga bagiannya menjadi seperempat lingkaran semua. Dan untuk garis pembagi yang membentang secara horizontal (dari kanan ke kiri) dan secara vertikal (dari atas ke bawah) menjadi suatu garis sumbunya. Untuk garis horizontal yang bagian kanan merupakan garis sumbu x positif. Sedangkan yang sebelah kiri merupakan garis sumbu x negatif. Adapun untuk garis vertikal yang bagian atas adalah garis sumbu y positif. Sedangkan yang bawah adalah garis sumbu y negatif.

Untuk seperempat lingkaran yang berada di pojok kanan atas adalah kuadran satu, di mana baik sumbu x maupun sumbu y-nya positif. Adapun untuk seperempat lingkaran yang berada di pojok kiri atas adalah kuadran dua, di mana sumbu x-nya negatif sedangkan sumbu y-nya positif. Seperempat lingkaran yang berada di pojok kiri bawah adalah kuadran tiga, di mana baik sumbu x maupun sumbu y berada di area negatif. Dan untuk seperempat yang berada di pojok kanan bawah adalah kuadran empat, sumbu x positif sedangkan sumbu y-nya negatif.

Jika positif diartikan suatu kebaikan dan negatif adalah suatu keburukan, nyatanya kita pun juga tidak bisa terlepas dari yang namanya tindakan positif maupun negatif. Setiap langkah dan tindak tanduk kita selalu ada satu sisi yang lebih dominan, kalau enggak baik ya buruk. Tidak hanya dalam pergaulan kita dengan sesama manusia, pun demikian dengan Tuhan.

Selama ini, hubungan antar sesama manusia biasa digambarkan dengan suatu garis horizontal. Sedangkan garis vertikal menggambarkan hubungan antara manusia dengan Sang Penciptanya. Jika sebuah titik yang digambarkan dalam kuadran tersebut adalah manusia, maka ada kemungkinan kita berada di kuadran satu, dua, tiga, atau pun empat. Bisa jadi hubungan kita baik dengan sesama manusia pun juga baik dengan Tuhan. Hal ini digambarkan dengan sebuah titik yang berada di kuadran satu. Mungkin juga hubungan kita baik dengan Tuhan akan tetapi buruk dengan sesama manusia. Hal ini digambarkan dengan sebuah titik yang berada di kuadran dua. Jika hubungan kita dengan Tuhan atau pun dengan sesama manusia sama-sama buruknya, maka hal ini dapat digambarkan dengan sebuah titik yang berada di kuadran tiga. Dan jika hubungan kita buruk dengan Tuhan, akan tetapi baik dengan sesama manusia, maka hal ini dapat digambarkan dengan sebuah titik yang berada di kuadran empat.

Tentunya, idealnya sebuah hubungan adalah sama baiknya antara berhubungan dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia. Akan tetapi, sebagai manusia memang sudah kodratnya diciptakan berbeda dengan malaikat atau pun setan. Seperti yang pernah diungkapkan Mbah Nun, kalau malaikat dan setan itu makhluk yang statis. Selamanya malaikat akan melakukan suatu kebaikan pun dengan setan yang memang diciptakan untuk melakukan keburukan. Sedangkan manusia itu berada di antara keduanya, malaikat dan setan. Terkadang manusia melakukan suatu kebaikan, dan terkadang juga bisa melakukan suatu keburukan.

Lazimnya, kebanyakan kita (khususnya orang Indonesia) setuju bahwa ‘kanan’ menggambarkan sesuatu yang lebih baik dari ‘kiri’. Misalnya, seseorang akan dianggap kurang sopan jika memberikan sesuatu kepada orang lain dengan menggunakan tangan kirinya. Pun juga seseorang akan dianggap kurang sopan jika menunjuk orang lain menggunakan tangan kirinya. Makan dengan tangan kiri pun juga menjadi sesuatu yang dianggap saru. Bahkan, dalam Al-Quran pun dijelaskan bahwa jika seseorang menerima buku catatan amal kelakuannya menggunakan tangan kanan menggambarkan dia akan lebih beruntung daripada seseorang yang menerima catatan amalnya dengan menggunakan tangan kiri. Intinya, ‘kiri’ dianggap kurang baik oleh kebanyakan orang.

Coba lihat kembali gambar kuadran yang telah kita gambar tadi. Ketika sumbu x yang menggambarkan suatu hubungan dengan sesama manusianya negatif, maka posisi sebuah titiknya akan berada di sebelah kiri. Hal ini menggambarkan jika kita berbuat kesalahan dengan sesama manusia, ataupun sikap kita kurang baik dengan sesama manusia, maka kita akan di-kiri-kan oleh kebanyakan manusia. Bisa jadi kita akan dikucilkan, dianggap rendah, atau pun mendapatkan penilaian buruk yang lainnya. Dan jika kita berbuat baik dengan sesama manusia, posisi kita akan berada di sumbu kanan. Kita akan disenangi oleh kebanyakan orang. Berbeda jika kita berbuat kesalahan dengan Tuhan, Dia akan mengubur dalam-dalam kesalahan kita. Hal ini digambarkan dengan posisi sebuah titik yang jika sumbu y-nya negatif, maka titik tersebut berada di bawah. Pun jika hubungan kita baik dengan Tuhan, maka kita akan berada di atas, tempat yang mulia di sisi-Nya. Mungkin inilah mengapa, kita dianjurkan untuk mengeluh dan meminta pertolongan hanya kepeda Tuhan. Karena bagaimana pun keluhan kita, Dia akan tetap menjaga rahasia dan aib kita. Dan hanya Dialah yang benar-benar mampu membantu kita.

Hilwin Nisa’

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY