Psikologi menjadi salah satu keilmuan paling populer hari ini. Konstruks-konstruks yang lahir dari dapur laboratorium psikologi telah memberikan sumbangsih yang luar biasa di berbagai bidang seperti hukum, politik, pembangunan, industri, pendidikan, hingga kesehatan. Sumbangsih ini menyentuh seluruh aspek dari aspek individu hingga aspek sosial. Hal ini di sebabkan psikologi memang berfokus pada eksplorasi fungsi fungsi psikis manusia seperti kognisi, afeksi, hingga manifestasinya dalam perilaku keseharian baik yang dilandasi oleh kesadaran ataupun ketidaksadaran. Pemahaman yang kaya akan diri manusia ini, menjadikan masyarakat memberikan penilaian bahwa psikologi adalah keilmuan yang ajaib, mampu menelaah hal hal abstrak yang tidak mampu disentuh disiplin ilmu lain. Seperti sebuah kajian perdukunan yang ilmiah. Padahal dalam kenyataannya, psikologi menerapkan aturan metodologis yang ketat dan menjunjung tinggi reliabilitas dalam setiap fakta fakta yang ditelaah oleh keilmuan ini. Perpecahan keilmuan psikologi dengan filsafat adalah demi terlahirnya sebuah solusi solusi kemanusiaan yang aktual, membumi, dan aplikatif, bukannya memuat hal hal mistikal yang melangit.

Sayangnya kekayaan intelektual perihal manusia ini, tidak lantas menjadikan psikologi sebuah perspektif dan metode favorit untuk menjawab berbagai masalah sosial dan konflik dalam masyarakat. Meskipun fakta bahwa masalah masalah sosial secara nyata muncul dari perilaku manusia, dan di suburkan oleh habituasi manusia, untuk menunaikan kepentingan manusia itu sendiri. Tetap tidak mampu menjadikan psikologi sebagai pisau analisa yang menarik bagi gerakan gerakan sosial hari ini. Psikologi masih dianggap sebagai keilmuan yang eksklusif, dan tidak mampu memberikan jawaban jawaban aktual yang aplikatif dalam konflik dan masalah sosial. Dalam tataran kolosal psikologi di anggap gagal memberikan intervensinya untuk menciptakan tatanan masyarakat yang lebih baik lagi.

Psikologi dan Perubahan.

Dikarenakan psikologi secara utuh menjadikan manusia sebagai suatu subjek disiplin keilmuan, maka psikologi terpecah menjadi berbagai cabang disiplin yang berfokus pada berbagai aspek aspek krusial manusia. Berbagai bidang itu berusaha memberikan batasan batasan konstruk dalam laboratorium mereka. Salah satu bidang yang cukup besar dalam Psikologi adalah Psikologi Sosial. Berbeda dengan psikologi klinis yang berusaha menelaah faktor intrinsik seperti gangguan gangguan neurosis maupun psikosis pada proses ego, okupasi dan habituasi lingkungan, Psikologi Sosial mencoba mendialogkan faktor intrinsik dan ekstrinsik pada reaksi mental dan perilaku manusia terhadap kehadiran orang lain baik secara aktual, dibayangkan, maupun kehadiran tidak langsung. Dari interaksi inilah gesekan yang terkadang menimbulkan konflik terjadi. Tujuan mulia Psikologi Sosial untuk menciptakan tatanan masyarakat yang lebih baik lagi, tidak lantas menjadikan keilmuan ini kehilangan stigma individualis seperti cabang psikologi lainya. Psikologi masih dianggap kacamata yang kurang seksi untuk memandang berbagai fenomena krisis hari ini. Gerakan sosial sebagai penyangga perjuangan hari ini, cenderung menuding psikologi sebagai sebuah keilmuan yang tertutup dan tidak mampu berkontribusi dalam konflik sosial yang tidak hanya melibatkan satu atau dua individu. Psikologi dianggap tidak cocok menjadi bagian dari deretan disiplin ilmu yang mampu mengubah tatanan masyarakat.

Sebenarnya pandangan ini kurang tepat, Psikologi lebih terlihat sebagai pisau yang sangat tajam. Penggunaan aspek aspek psikologi dalam menyusun suatu intervensi sosial sudah dilakukan sedari dulu. Jika kita menengok pada sistem Kapitalis, aspek psikologis di perhatikan hampir dari setiap sisi. Sistem kapitalisme memperhatikan betul aspek kognitif, afektif dan perilaku manusia. Mereka menjadikan hal ini sebagai landasan penyusunan alat alat ideologis. Sebagai contoh hegemoni hegemoni yang muncul tidak lagi dilakukan secara paksa khas kolonialisme di masa lalu. Namun lebih halus dengan menyentuh alam bawah sadar manusia. Kapitalisme membuai individu dengan kenikmatan, mereka memahami betul karakter dan keinginan pada diri manusia. Dalam sistem Pasar contohnya, penggunaan keilmuan psikologi digunakan untuk membaca konsumen, pasar melakukan asesment menyeluruh pada manusia latar belakan psikologis dan fisiologis di telisik berdasar keilmuan psikologi perkembangan, pasar mengendalikan konsumen sedemikian rupa hingga ahirnya konsumen tunduk patuh di bawah kaki mereka. Ivan Pavlov sendiri merumuskan suatu metode pembelajaran yang disebut Classical conditioning. metode ini adalah suatu pengondisian individu pada situasi yang berulang sehingga perilaku spontan yang muncul sebagai sebuah konsekuensi pada stimulus yang diberikan, perlahan akan berubah menjadi sebuah tingkah laku.  Contoh produk psikologis kapitalisme melau pasar adalah HEDONISME

Hedonisme tidak hanya membantu pasar untuk mendekap erat konsumen. Lebih dari itu hedonisme mampu menjadikan individu terpisah dari negara. Ketika individu bekerja keras untuk memenuhi segala kebutuhannya, maka ia akan berfokus pada dirinya sendiri. Ia menafikan faktor faktor lain di luar kebutuhan dirinya. Individu menjadi apatis pada negara. Apa pun kebijakan yang di ambil  selama itu “tidak bersentuhan langsung dengan dirinya” dan segala kebutuhan pribadinya maka individu ini tidak akan tergugah sedikitpun. Alih alih mengawal kebijakan negara. Mereka berpikir bahwa hal tersebut hanya akan dilakukan oleh pengangguran.  Para individu ini hanya berpikir bagaimana esok hari mereka mampu mengumpulkan uang untuk memenuhi segala kebutuhan yang telah dibentuk oleh Pasar melalui media.

Hal yang mengerikan dari semuanya adalah bahwa individu ini tidak hanya satu. Namun ada puluhan hingga ratusan juta di negara ini. Para individu ini terkumpul dalam satu kesatuan masyarakat sipil. Dan Voila.. kita lihat masyarakat hari ini dengan apatisme yang sangat tinggi, mereka menyibukkan diri pada upaya pemenuhan kebutuhan kebutuhan yang tidak benar benar primer. Minim sekali pengawalan negara oleh masyarakat sipil. Berteriak lantang dengan orasi orasi pembebasan kini dianggap oleh sebagian besar masyarakat sipil sebuah tindakan yang bodoh dan tidak berpendidikan. Di bandingkan menghabiskan waktu dalam gerakan gerakan perlawanan, bagi sebagian masyarakat sipil bekerja keras dan mengejar kekayaan pribadi lebih berkontribusi bagi negara.

Akhirnya ketika masyarakat mulai enggan mengawasi negara. Kebijakan kebijakan pun bebas di ambil tanpa pengawalan. Bahkan pada kasus megakorupsi E-Ktp yang sedemikian besarnya. Minim sekali reaksi yang muncul dalam masyarakat. Padahal E-ktp adalah suatu instrumen yang berkaitan langsung dengan individu. Namun para individu dalam masyarakat ini tetap enggan memperhatikan karena mereka menganggap uang yang dicuri bukanlah uang mereka. Para individu ini tidak akan bergerak selama bukan uang dari dompet mereka sendiri yang di ambil. Dalam hal ini Kapitalisme berhasil memisahkan masyarakat dari negara.

Gerakan penyadaran

Sudah saatnya aspek aspek individu dipergunakan sebagai sebuah formulasi senjata melawan kapitalisme. Jika orasi orasi di lapangan tak cukup mampu meruntuhkan tirani negara dan korporasi. Membagi kesadaran adalah suatu jalan alternatif. Jika modifikasi perilaku digunakan oleh pihak lawan untuk menembak masyarakat sipil hingga tunduk jatuh di bawah kaki mereka. Gerakan perlawanan harus mulai menyusun counter formula yang serupa. Dan membagi kesadaran dan memodifikasi perilaku masyarakat ini akan sangat mudah dan tepat sasaran jika aspek psikologi diperhatikan. Karena cara terbaik mengalahkan lawan, adalah dengan merebut senjatanya.

Dan hari ini, gerakan inilah yang digunakan oleh Maiyah di seluruh nusantara. Meski terkadang terlihat tidak progressif di mata punggawa gerakan sosial. Tapi pembagian kesadaran merupakan salah satru gerakan yang sangat psikologis dan mampu menjadi conter formula yang tepat. Meski dalam batas upaya spiritual, gerakan ini sudah terbilang massif dan mampu menimbulkan butterfly effect yang luar biasa. Meski buka melalu orasi orasi di lapangan gerakan ini menyentuh seluruh aspek dalam lapisan masyarakat menjadikan para pendengar setia CNKK menjadi tergerak dan sadar. Pembagian kesadaran pun terus berjalan dan bergulir seperti sebuah bola salju yang turun dari atas gunung. Bukanya berhenti malah semakin membesar dan mapan. Karena dari setiap hal kecil yang kita lakukan merupakan bukti keberpihakan kita kepada Tuhan. Panjang umur perlawanan

Maryam Jameela

SHARE
Previous articleHari Mata Hati
Next articleEkskalasi Momen

LEAVE A REPLY