Setiap manusia memiliki 24 jam waktu yang sama. Namun, selalu ada tingkatan berbeda dalam pencapaian. Menyadur rangkaian kalimat perihal proses tidak pernah berdusta pada hasil. Sebuah kalimat ringan yang siapapun menyadari, nyatanya mengamalkan selalu tidak pernah mudah.

Seringkali manusia terpukau melihat tampilan visual yang menyejukkan. Terlebih lagi jika visual itu tentang kisah kesuksesan teman. Mayoritas dari kita menanggapi dengan ketakjuban, sebagian lain menduga karena keberuntungan dan sisanya yang berjumlah paling sedikit menyadari bahwa sukses tersebut tentu sebanding dengan perjuangannya.

Manusia terakhir yang berjumlah paling sedikit tadi teramat sadar meyakini bahwa tidak ada luck yang datang sendiri, semua musti diperjuangkan. Sebagaimana kalimat indah yang menyatakan bahwa proses tidak pernah mengkhianati hasil. Jika belum berhasil maka bukan prosesnya yang salah, namun memang masih dalam proses, keberhasilannya nanti jika semua proses telah sampai di titik puncak.

Berbekal modal yang sama namun mendapatkan keuntungan yang berbeda. Manusia kebanyakan teramat nyaman dengan kalimat “ah mana sempat” sehingga tak sadar bahwa kalimat sederhana itu kapanpun juga bisa bertuah do’a. Kemudian menjadikan banyak kesempatan terlewat begitu saja. Jadi teringat peribahasa sakti tak ada rotan akarpun jadi. Indikasi bahwa apapun bisa dimanfaatkan sebagai media memperbesar keberhasilan tujuan.

Kenyamanan lain adalah kalimat “mana tahan.” Kalimat jenis ini adalah bentuk dari ejakulasi dini perjuangan. Menyerah terlalu mudah. Berjuang tak begitu garang. Padahal jelas terbaca dalam sejarah manapun, bahwa setiap manusia yang dianggap terhormat selalu banyak mengisahkan kisah perjuangannya yang panjang kemudian dihiasi satu titik keberhasilan kecil. Manusia umum menikmati titik kecil itu begitu terlalu dan seolah tak mengilhami perjuangan panjangnya.

Kawan, rangkaian paragraf tak beraturan di atas adalah self reminder bagi diri saya pribadi. Bentuk proses meyakinkan kakang kawah adi ari-ari agar selalu menakar kewaspadaan. Apapun perjuangan yang saat ini tengah kau nikmati. Yakinlah bahwa selalu ada hasil spesial bagi setiap manusia yang merelakan lebih banyak waktunya untuk berusaha lebih lama. Untuk mata yang lelah menatap, untuk kaki yang letih berdiri dan untuk hati yang tetap terjaga dalam do’a. Percayalah sabar akan selalu berbuah. Berbuah manis, kayak kamu dan masa depan kita. 🙂

Aku, kamu dan mereka sama.
Lahir di dunia tak membawa apa-apa.
Dan kebesaran bukan menyoal harta tapi kebermanfaatan kita pada sesama.

Ifa Alif
Bukan Keturunan Raja
Sebatas Pemuda Desa Biasa Mantan Anak Gembala Kayak Tasya
( Di Bawah Purnama Menturo )

 

LEAVE A REPLY