Assalamualaikum Wr. Wb.

 

Kepada Rekan-Rekan Mahasiswa, pertama dan utama, marilah senantiasa memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT. Meski kita masih juga belum tahu kapan krisis karena Pandemi Covid-19 ini akan berakhir, tetapi kita semua sama sekali tak kehilangan semangat dan daya juang untuk berlomba-lomba memberi manfaat sebesar-besarnya bagi lainnya, agar kelak menjadi manusia terbaik. Dan atas semuanya ini, semoga kita terjaga dalam kesabaran untuk tetap ridho kepada Allah SWT atas segala keputusan dan ketentuan-Nya pada semesta ini.

 

Krisis tak semata-mata jalan menuju keruntuhan peradaban dunia, tetapi juga menawarkan sebuah peluang (meski kecil) untuk terciptanya peradaban baru. Ibarat sebuah pohon yang bertahun-tahun memberi keteduhan dan buahnya, pada akhirnya ia harus rela mengalami krisis agar pohon-pohon baru tumbuh untuk memberi keteduhan yang lebih luas dan buah yang lebih banyak. Peran kita semua, seluruh komponen Bangsa bahkan dunia, sangat dibutuhkan saat ini agar krisis ini tak menuju pada jalur keruntuhan peradaban, melainkan menjadi momentum untuk tumbuhnya peradaban-peradaban baru yang berkeadilan, rendah hati, dan damai.

 

Kita bisa memilih antara berlari sendiri-sendiri menjadi yang tercepat dan terbaik, ataukah mengutamakan persatuan hingga bisa berlari bersama, meski itu akan memperlambat laju kita. Tetapi, ini menawarkan ketahanan yang jauh lebih baik daripada berlari sendirian. Kita hanya perlu belajar untuk mengendalikan laju dan irama langkah-langkah kehidupan hingga tercipta sebuah simfoni indah kehidupan. Kita perlu bersama untuk saling menutupi kelemahan (aib), sehingga kita akan menjadi komunitas yang tangguh. Dan inilah esensi dari kita berorganisasi dan bernegara.

 

Pada titik tertentu kehidupan, memang dibutuhkan sebuah kompetisi yang sehat di antara kita. Bukan untuk saling menjegal ataupun menjatuhkan, melainkan sebagai motivasi dan upaya bagi kita untuk meningkatkan performa kita sebagai manusia, sehingga mampu saling mendorong dan menumbuhkan antar sesama guna mencapai puncak kehidupan. Perlombaan mencapai puncak sama sekali tidak ditujukan agar semua orang mengagumi pencapaian kita, melainkan agar kita memiliki sudut pandang yang lebih luas sehingga kita memiliki cara pandang dan cara berpikir yang lebih resolutif (tajam), yang itu akan memudahkan kita untuk bertindak secara tartil (detail).

 

Sekali lagi, perlombaan ini bukanlah mengejar kemuliaan diri, tetapi berusaha menumbuhkan seluruhnya, sehingga terciptanya kemuliaan untuk semua ciptaanNya.

 

Akhirnya, selamat berjihad, selamat berkorban. Sumbangan terbesar adalah partisipasi. Jihad terbesar bukanlah di luar sana, tetapi menaklukkan kebodohan diri, kecurangan diri, dan yang utama menaklukkan keangkuhan diri.

 

Semoga momen pemilihan ini menjadi dorongan bagi kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang jujur, amanah, cerdas, dan gemar berbagi (tabligh).

 

Malang, 28 Desember 2020

Yhusi Karina Riskawati, M.Sc

 

**Disampaikan pada Pemilihan Ketua Himpunan Jurusan FKUB

SHARE
Previous articleMari Membersamai Tamu Asing Itu

LEAVE A REPLY