Berusaha untuk menyapa samudera luasnya perairan Indonesia melalui tulisan ini. Kutebarkan senyum pada setiap tetes air yang tak turun ketika musim kemarau. Namun, keheranan tentang air tak kunjung padam, masih banyak misteri yang terdapat pada tetes embun yang membanjiri lorong-lorong celah di pulau Kalimantan. Bak menyeruak dari mana asal segala air di sungai-sungai besar di mana tidak terdapat gunung-gunung besar disana.

Misteri tentang air tak habis dibahas. Zat cair yang satu ini memang memiliki kekhasan tersendiri. Zat cair lain seperti minyak akan selalu menyusut jika didinginkan. Namun ciri-ciri ini seolah tak nampak pada air. Sepertinya ada rencana tersendiri yang diperuntukkan spesial bagi air. Air nyatanya malah memiliki penambahan volume ketika didinginkan. Padahal zat cair lain baru mengalami penambahan ketika dipanaskan. Inilah mengapa air menyandang predikat anomali, sebab air memiliki kelainan yang istimewa. Dari sifat unik pada air, sepertinya perlu dikaji lebih dalam. Lalu menumbuhkan pertanyaan ringan, apa makna sebenarnya dibalik keistimewaan air tersebut?

Manusia umum tersusun dari 60-70% air, sehingga air menjadi komponen penyusun tubuh paling dominan. Air yang berada pada tubuh komposisinya akan berkurang seiring bertambahnya usia. Semakin muda usia maka jumlah air semakin banyak. Berdasar penelitian, bayi memiliki kandungan paling banyak yakni dikisaran 80% air dalam tubuhnya. Berkaca dari kekhususan air tersebut, maka bukan suatu hal aneh jika manusia memiliki tugas yang juga khusus ketimbang makhluk hidup lainnya.

Otak adalah organ paling vital dalam tubuh manusia. Perkembangan otak sudah dimulai semasa bayi. Dalam perkembangan pembelahan sel saraf dalam otak, tubuh manusia memiliki ketersedian sel-sel saraf yang begitu melimpah diawal kelahiran. Sepintas bayi sedang membangun kokohnya otak, pembelahan sel saraf terus terjadi, proses ini lazim disebut regenerasi. Jika sel saraf mengalami kerusakan maka sel tersebut akan langsung mati. Hal ini berbeda dengan regenerasi sel pada kulit yang terjadi sepanjang usia. Pada kulit, terangkatnya sel-sel mati akan digantikan dengan yang baru.

Salah satu fungsi sel saraf adalah menyambungkan informasi-informasi guna berpikir. Kemampuan tersebut akan semakin menurun fungsinya dibanding awal kelahiran. Setelah pertumbuhkan otak dirasa cukup, maka tugas selanjutnya adalah pemberdayaan fungsi otak. Besar kecilnya fungsi otak bergantung pada pemaksimalan latihan seseorang dalam menghadapi masalah.

Lalu kapan fungsi otak mencapai kondisi maksimalnya? Ilmu kedokteran mencatat bahwa kondisi terbaik otak adalah kisaran usia 20-35 tahun. Pada masa itu otak memiliki kemampuan maksimal. Otak telah tumbuh secara sempurna. Pertumbuhan yang sempurna itu membawa manusia merasakan masa keemasan. Masa keemasan itu didasari bahwa pada usia tersebut otak memiliki potensi puncak untuk bekerja optimal. Itulah masa emas, masa dimana pertumbuhan kemampuan berpikir terus meningkat namun fungsi fisik mulai menurun. Puncaknya, kemampuan berpikir manusia berada di fase paling tinggi adalah ia masuk usia 40-an tahun.

Setelah mengetahui bahwa sel-sel saraf otak tidak dapat hadir kembali dan mengalami pemusnahan secara berkala, maka jangan sia-sia kan waktu yang tersisa dalam kehidupan ini. Maksimalkan waktu tersebut sebaik mungkin. Berdayakan setiap kesempatan yang ada, karena bisa jadi kesempatan tidak pernah datang dua kali.

Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagai negara kepulauan yang terapung di luasnya Samudera Hindia. Indonesia telah disuguhi hamparan cuilan surga. Sama seperti manusia, bumi pun memiliki komponen utama yang didominasi air. Air menempatkan dirinya di bumi sebanyak 60- 70%. Mengesankan, ternyata ada kaitan antara penyusun bumi dan penyusun manusia. Tentunya hal ini tidak terjadi secara kebetulan, namun telah direncanakan. Dan jika dalam kehidupan ini masih banyak hal yang bertajuk misteri. Bisa jadi manusia saja yang masih tertatih untuk memahami maksud penciptaan ini.

Indonesia, sebuah negeri di atas air yang dilalui oleh garis Khatulistiwa. Disertai keragaman tumbuhan dan fauna serta budaya yang unggul lagi tinggi. Keseimbangan kehidupan yang tak akan pernah ditemukan di tempat lain. Begitu hijaunya bumi pertiwi ini, hingga bibit apa pun tak akan malu tumbuh rimbun. Kau sebut apa tanah ini jika bukan tanah surga? Tongkat kayu yang kau buang pun di tanah ini bisa jadi tanaman.

Mery Yulikuntari

LEAVE A REPLY