Nusantaraku; Sekali Lagi, Aku Dibuat Jatuh Cinta

Nusantaraku; Sekali Lagi, Aku Dibuat Jatuh Cinta

0
448

Di Suatu Hari, Saat Senja Di Desa Nusantara

Aku selalu suka suasana di desa, apalagi saat senja seperti ini. Menenangkan dan juga menentramkan. Sore ini aku sedang ingin berjalan-jalan menyusuri lingkungan sekitar rumah simbah, sekaligus ada tempat yang ingin kutuju. Saat berkunjung ke rumah simbah aku selalu memanfaatkan waktu soreku untuk sekedar jalan-jalan mengitari kampung. Kesibukanku kuliah di luar kota membuatku jarang bisa pulang ke rumah simbah

Di desa saat sore hari seperti ini akan jarang sekali bisa melihat orang-orang yang masih bekerja. Jikapun ada biasanya hanya bapak-bapak yang sedang mencari rumput untuk pakan ternaknya esok hari, itupun tidak tiap hari. Saat sore hari seperti ini mereka akan lebih memilih untuk segera pulang kerumah agar bisa berkumpul dengan keluarga sembari melepas penat setelah seharian bekerja di sawah.

Ditengah perjalananku aku melihat ada orangtua yg sedang duduk-duduk di teras rumah dengan anaknya. Tampak sebetulnya mereka tidak melakukan aktivitas yg berarti. Orang tua itu hanya mengawasi anaknya yang sepertinya sedang belajar. ahhh dalam hati aku sangat senang melihat pemandangan ini. Walaupun terlihat seperti hal yang biasa namun menunjukkan betapa hangatnya keluarga itu.

Tidak hanya sampai disitu, ke kagumanku akan kehidupan  di desa makin bertambah, ketika di jalan aku disapa oleh segerombolan anak-anak. Saat aku tanya mau kemana mereka, dengan kompak mereka menjawab mau ngaji mbk. Wah dalam hati aku bergumam, sungguh luar biasanya anak-anak ini. Ditengah jam sekolah mereka yang semakin lama dan padat, karena harus ikut program full day. Mereka masih tidak lupa untuk belajar ilmu agama yang juga sama-sama penting.

Akhirnya aku sampai ditempat yang kutuju, yaitu rumah pakdheku. Saat melihat kedatanganku beliau menyambutku dengan hangat. Tidak lama dari itu budheku keluar membawa berbagai macam makanan. Yang aku sangat yakin makanan itu bukanlah buatan budheku. Karena aku tau beliau sibuk menjahit baju langganannya. Beliau mempersilahkan aku untuk mencoba kue buatan Mbak Min. Mbak Min adalah tetangga budheku yang memang berjualan kue. wah budhe kok repot sih, Kataku. Enggak repot nak, gt aja kok repot, ucap beliau sambil tersenyum. yah begitulah orang desa saat memperlakukan tamu. Selalu mencoba memberikan jamuan yang terbaik dan sikap yang ramah kepada para tamunya. Bagaimanapun keadaanya, selalu berusaha memberikan sambutan yang hangat.

Saat sudah seperti ini rasanya tidak ada tempat terbaik selain ini. Bagaimana mungkin aku tidak mensyukuri nikmat yang diberikan olehNya. Diberikan kesempatan dilahirkan di Nusantara kita ini. Ditempat yang menyimpan keluhuran budi pekerti yang sangat agung.

 

Nusantraku Surganya dunia

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail  dan jala cukup untuk menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Bukan lautan hanya kolam susu

Kail dan jala cukup untuk menghidupimu

Tiada badai tiada topan kau temui

Ikan dan udang menghampiri dirimu

Orang bilang tanah kita tanah surga

Tongkat kayu dan batu jadi tanaman

 

Aku rasa bukan hal yang berlebihan jika banyak orang menyebut nusantara kita ini sebagai surganya dunia. Seperti pada lirik lagu diatas, dimana telah digambarkan dengan jelas bagaimana melipahnya rahmat dariNya kepada kita. Nusantara kita ini memiliki kekayaan yang sangat berlimpah. Nusantara kita sangatlah subur dengan hanya menyebar biji diatas tanah,  biji tersebut sudah bisa tumbuh dengan maksimal. Selain itu kekayaan laut juga sangat melimpah ruah. Sampai-sampai mampu memberikan penghidupan untuk kita semua.

Nusantara kita ini telah diberi limpahan kelebihan. Bagaimana saat di belahan bumi lain harus bertahan hidup dalam suhu minus dan minimnya sinar matahari, kita disini masih bisa merasakan hangatnya matahari sepanjang hari juga tidak sampai merasakan suhu yang ekstrim. Saat di tempat lain harus bisa menghemat air agar bisa bertahan hidup, akibat kurangnya sumber mata air. Kita masih dilimpahi sumber air dan tidak perlu susah-susah untuk mencarinya.

Fa bi’ayyi ala i rabbikuma tukazziban. Sungguh nikmat yang diberikan olehNya kepada kita begitu sangat besar.  Tidak ada alasan lagi untuk kita, untuk tidak bersyukur atas diberikan nikmat yang berlimpah. Kita diberikan Nusantara yang dapat memberikan segalanya untuk kita. Yang hal itu tidak akan pernah bisa kita dapatkan di bagian belahan bumi manapun.

 

Malang, 06 Maret 2018

Nyuhani Prasasti

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY