Belajar pada Sang Bumi

Belajar pada Sang Bumi

0
302

Adek-adekku sayang, Adl dan Asti, kalian tentu tahu bukan, bagaimana matahari terbit dan tenggelam? Matahari tak pernah lelah terbit setiap pagi dari arah timur. Kemudian ia mulai menyembunyikan wajah ayunya saat senja mulai menjelang. Setiap hari. Ia melakukannya berkali-kali.

Eits, sebelumnya, tentu Adek tahu kan siapa yang paling berjasa atas terbit dan tenggelamnya matahari? Dia yang bekerja di balik layar. Dia yang bekerja diam-diam, tapi tidak menampakkan keakuannya. Ya, bumi. Adalah bumi yang tanpa mengenal lelah terus saja bergerak. Tak peduli orang lain menganggap jasa geraknya atau tidak. Yang ia tahu hanya kesetiaan prosesnya. Tanpa mengeluh, ia tetap bergerak agar mentari bisa tampak terbit di pagi hari, dan tenggelam di sore hari.

Dek, pernah nggak Adek membayangkan, bagaimana jadinya kalau bumi itu ngambek. Ia tak mau lagi bergerak. Sehari saja. Ia tak mau berputar sehari saja. Akan ada belahan bumi yang tak ada pagi, sementara belahan yang lainnya tak mampu menikmati indahnya malam yang penuh gemintang. Akan ada yang mengalami sisi gelap sempurna. Seolah mentari ikutan ngambek dan bersembunyi di persembunyiannya yang kita pun sama sekali tak ada yang mengetahuinya. Akan ada banyak nyawa yang kelabakan saat sang mentari tak lagi mau memperlihatkan cahaya terangnya.

Atau, bagaimana jadinya kalau bumi mengajak matahari telat muncul ke permukaan pandangan kita. Bukannya terbit di pagi hari, ia malah terbit di siang hari. Kita akan kebingungan, bukan? Biasanya saat berangkat sekolah pagi-pagi, di sebelah timur sana sudah ada sang surya yang mulai menyinari. Dan saat sang surya ngambek, ia tak lagi mau menerangi jalan kita ke sekolah.

Dek, tak ada salahnya kita pun belajar pada kedisiplinan sang bumi ini. Kalau kita bisa disiplin, rajin, bukan hanya kita saja yang untung, tapi orang-orang lain di sekitar kita pun juga akan merasa sangat diuntungkan. Mereka akan sangat bahagia merasakan kedisiplinan dan kerajinan kita. Sebaliknya, kalau kita tidak bisa disiplin, bayangkan berapa banyak orang yang akan sedih karena kita susahkan atas ketidakdisiplinan kita. Coba kita bayangkan, adakah yang lebih menyedihkan dibanding melihat orang lain kesusahan gara-gara apa yang kita lakukan?

Seperti yang Mbak rasakan. Mbak sangat bahagia melihat Adek-Adek yang masih sangat muda, tapi sudah sangat rajin dan disiplin. Selamat ulang tahun ya, Dek. Semoga dengan bertambahnya usia Adek, bisa membuat Adek menjadi pribadi yang jauh lebih baik lagi. Tetap menjaga kerajinan dan kedisiplinannya. Adek ingat bukan? Semakin kita bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya, akan semakin banyak pula peluang dan kesempatan kita untuk membahagiakan yang lainnya. Seperti yang pernah disampaikan Kanjeng Nabi kita, sebaik-baik manusia adalah yang paling bisa membuat lebih banyak nyawa merasa bahagia. Ya, membahagiakan lebih banyak nyawa.. :):)

 

 

Mbakmu,

Hilwin Nisa’

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY