Diri Mati Di Kandhang Sendiri

Diri Mati Di Kandhang Sendiri

0
662

Ada utara, ada selatan. Ada timur, ada barat. Ada atas, ada bawah. Ada kanan, kiri ada. Di antara kesemuanya ada satu pusatnya, tengah. Kata tengah dalam bahasa Arab sepadan dengan wustha atau wasathan. Sedangkan bentuk fa’ilnya adalah wasith, penengah.

Merujuk pada kultum Ustadz Fuad di Padhang mBulan edisi Februari 2016, beliau menyebut-nyebut frase ummatan wasathan, sebagai istilah Arab untuk “kaum moderat”. Lantas siapa kaum moderat? Seperti apa kriteria golongan ini?

Kaum moderat adalah yang mengantarai kaum-kaum ekstrim kanan dan kiri; Kaum yang menjadi jembatan peleburan keputusan kaum ekstrim sebagai jalan tengah, “tawasuth”; Kaum yang mampu menimbang-nimbang langkah kaum ekstrim sehingga tidak terjadi berat sebelah, “tawazun”; Kaum yang mampu menghargai keputusan lain dengan penuh wibawa, “tasamuh”; Kaum yang sanggup bertegak teguh di atas kaki kebenaran yang telah diyakini, “i’tidal”; dan kaum moderat tidak pernah melakukan praktik labelisasi, baik untuk orang lain maupun diri sendiri.

Tidak selayaknya kaum moderat mengklaim kaum lain yang dianggap berbeda dengannya sebagai kaum ekstrim atau bahkan sampai menyuguhkan label kafir, misalnya. Sebab, di antara keduanya memang memiliki jalan pikir, alur tutur, dan jalur tindak yang berbeda. Namun, akan lebih berbahaya jika kaum moderat mengklaim dirinya sebagai moderat. Sebab itu bukan sekadar rumongso tapi ngerumangsani. Kalau sudah seseorang ngerumangsani, maka ia akan terus-menerus mengadakan diri, hingga tanpa disadari ia telah meniadakan Tuhan, sebab keakuannya yang terlalu tinggi. Inilah yang menyebabkan ayam-ayam moderat mati di lumbung padi. Kematian diri di kandhang sendiri sebab tenggelam tak mampu mensyukuri nikmat yang meruah dan mengembalikannya pada Sang Pemilik Sejati, Sang Hyang Widhi.

Penulis : Himmatul Istiqomah

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY