Pesan Kopi Kepada Hati 6#

Pesan Kopi Kepada Hati 6#

0
689

Aku baru tahu, Tuhan menciptakan perbedaan tidak untuk saling mendikte atau mengoreksi. Namun sepertinya untuk saling menemukan kebijaksanaan lain dari apa yang tidak dimiliki. Seperti Eropa yang tengah menikmati hujan salju bulan Desember. Sementara aku menikmati guyuran air yang tak perlu waktu lama untuk bersembunyi di balik bebatuan tanah.

Setiap manusia selalu bisa menemukan titik mulai untuk ditarik menuju titik syukur. Contohnya, suhu AC 23 derajat saja sudah bisa memaksaku mencari koordinat yang lebih hangat, bagaimana bisa aku menikmati suhu yang menunjukkan derajat minus? Memang, manusia seringkali lebih suka membingkai semuanya dengan iri, seperti aku yang juga begitu. Dibanding menerima perbedaan dengan suka cita dan bisa saling membagi, tanpa ada perasaan ingin memonopoli. Monopoli ya? Eropa atau Amerika memang memiliki manusia yang disiplin, membuang sampah pada tempatnya dan menyukai kebersihan, sesuatu yang belum jadi tren di sekitar sini. Namun, setidaknya si mbah mengajarkan untuk tidak mengambil milik orang lain, kalau bisa mengalah dan kemudian mempelajari ikhlas, katanya malah lebih bagus..

Terkadang aku ingin memberontak dan memaksakan diri semuanya harus lebih baik. Baik karena ada aku. Baik yang ingin dibanggakan. Lagi-lagi, keunggulan yang memicu menciptakan iri-iri yang lain. Hingga, masing-masing dari orang unggul melangkah dengan cara-caranya sendiri. Tak saling membagi, bukan berkolaborasi..

Aku tahu, kau bingung kemana arah pembicaraan ini. Aku menyengajakan begitu kawan, karena memang aku tidak cukup tahu banyak hal. Dan kebingungan adalah awal dari cara Tuhan menunjukkan jalan baru. Saat kau nyaman berjalan dengan tenang di dunia ini, hingga kau merasa bahwa semua baik-baik saja, Tuhan sering bercanda dengan menunjukkan dua belokan secara tiba-tiba, hingga kau mendapati diri bingung memilih ke kanan atau ke kiri. Kemudian kau mulai menyertakan lagi Tuhan dalam dirimu. Dan seperti ada aliran energi yang lebih kuat. Maksudku, tiba-tiba juga Tuhan menunjukkan kasih sayangnya setelah mempermainkanmu. Seperti Tuhan yang tidak ingin dilupakan, Dia pintar mencuri perhatian. Dan Tuhan yang selalu menyertakan cinta dari setiap cara-caranya meminta perhatian.

Persis. Seperti yang dikatakan kopi kepada hati tempo hari. Dunia menciptakan banyak kasih sayang semu. Sehingga ia mengaburkan apa yang seharusnya paling kita cintai. Lalu, tanda-tanda itu bermunculan. Tanda bahwa kegoyahan keseimbangan kita sudah berlebihan. Dan seperti semua yang terlalu, itu artinya tidak baik. Maksudku, semua akan menyenangkan kalau dalam takaran yang pas. Seperti kopi yang tidak terlalu banyak gula. Pesan kopi kepada hati..

Ifa Alif

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY