Malam selalu saja dingin. Terlebih lagi malam sekarang, hari rabu pertama bulan ini. Bulan
Februari, bulan yang sebagian orang memanfaatkan dengan penuh agenda kasih sayang.
Ah, seharusnya tidak. Kasih sayang terlalu luas jika hanya diungkap dalam satu bulan. Rasanya, bulan yang tak genap 30 hari ini terlalu singkat untuk bisa menjelaskan apa itu kasih dan apa pula itu sayang.

Kalian bisa mengungkap kasih sayang kapanpun. Pada semut yang berbaris rapi, kemudian kakimu memilih menghindar untuk tidak menginjak dan merusak barisannya. Atau pada burung yang mengaji, lalu kau menikmatinya sebagai suara alami keindahan alam. Bisa juga pada luka besar di masa lalu yang membuat hatimu berkali patah, namun kau tetap percaya akan keajaiban cinta. Percaya bahwa suatu saat cinta akan selalu menang. Kemenangan yang melebihi sakit manapun.

Ketiga hal tadi adalah perwujudan kecil dari kata kasih dan sayang. Kata yang begitu erat
berkaitan dengan cinta. Kata yang Tuhanpun seringkali teramat suka menggunakannya. Kasih dan sayang, masih terlalu luas untuk dapat aku pahami dengan saksama. Masih terlalu dalam untuk ku selami seorang diri. Jika boleh aku meminta, masa depan ayuk kapan-kapan kita nikmati kasih sayang ini bersama-sama. (Ifa Alif)

LEAVE A REPLY